Oleh: wansalex | 23 Desember 2014

Belajar Tracking Parabola, Bagian 4

Sobat-sobat kita lanjutkan kembali pembahasan kita. Pada postingan sebelumnya penulis sudah membahas berbagai peralatan yang berhubungan dengan tracking parabola, mulai dari satelit, dish parabola, lnb dan receiver. Kali ini penulis akan membahas cara belajar tracking parabola. Yuk….langsung ke tkp.
Dalam rangka tracking parabola (berburu satelit) ada beberapa langkah yang harus ditempuh.

Langkah pertama adalah menentukan dulu satelit mana yang akan kita buru. Biasanya para tracker (sebutan pemburu satelit) memburu satelit yang di dalamnya terdapat chanel-chanel TV yang menayangkan bola dan pepaya (he….tau kan maksudnya). Cari informasi satelit yang diburu, baik itu posisi, frekuensi terkuat juga beamnya. Beam satelit adalah jangkaun sinyal yang dipancarkan satelit. Hal ini penting diketahui karena berhubungan dengan alat tempurnya. Kalau kita berada dalam beam suatu satelit, maka kita tidak memerlukan dish parabola yang besar. Untuk mencari informasi satelit dan chanelnya bisa dilihat di sini. Dan untuk melihat beam suatu satelit bisa dilihat di sini. Dan untuk mengetahui satelit yang dapat dilock di daerah kita, bisa di lihat di sini.

Baca Lanjutannya…

Oleh: wansalex | 19 Desember 2014

Belajar Tracking Parabola, Bagian 3

Halo…..bagaimana kabarnya sobat-sobat? Semoga kabarnya baik-baik dan sukses selalu. Pada postingan sebelumnya penulis sudah membahas tentang satelit, dish parabola kali ini penulis akan melanjutkan pembahasan mengenai alat lain yang sangat penting keberadaan dalam berburu satelit yaitu LNB dan Receiver.
LNB
LNB (ow-noise block downconverter) adalah perangkat penerima dipasang di dish parabola yang digunakan untuk penerimaan TV satelit, yang dipantulkan oleh dish. LNB adalah kombinasi dari low-noise amplifier, mixer frekuensi, osilator lokal dan IF amplifier. Ini menerima sinyal gelombang mikro dari satelit yang dikumpulkan oleh dish, menguatkan, dan downconverts blok frekuensi ke blok yang lebih rendah dari frekuensi menengah (IF). Downconversion ini memungkinkan sinyal yang akan dibawa ke penerima TV satelit dalam ruangan menggunakan kabel koaksial relatif murah; jika sinyal tetap pada frekuensi gelombang mikro aslinya maka diperlukan kabel mahal dan tidak praktis. LNB mengubah sinyal dari gelombang elektromagnetik atau gelombang radio menjadi sinyal listrik dan menggeser rentangnya dari C-band atau Ku-band menjadi L-band. LNB adalah bagian yang sangat penting dari kualitas gambar televisi satelit dan jika LNB Anda gagal, maka tidak gambar sama sekali.

Baca Lanjutannya…

Oleh: wansalex | 19 Desember 2014

Belajar Tracking Parabola, Bagian 2

Halo…..bagaimana kabarnya sobat-sobat? Semoga kabarnya baik-baik dan sukses selalu dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Pada postingan sebelumnya penulis sudah membahas tentang satelit, kali ini penulis akan melanjutkan pembahasan mengenai alat yang sangat penting dalam usaha berburu satelit (tracking) yaitu dish parabola.
Dish Parabola
Dish Parabola yang dibahas di sini adalah dish (piringan) parabola yang digunakan untuk mengumpulkan dan memantulkan sinyal dari satelit. Berdasarkan bahannya ada dua macam dish parabola yaitu :

Baca Lanjutannya…

Oleh: wansalex | 18 Desember 2014

Belajar Tracking Parabola, Bagian 1

Halo…..bagaimana kabarnya sobat-sobat? Semoga kabarnya baik-baik ,selalu dalam lindungan-Nya dan sukses selalu dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Pada postingan sebelumnya penulis sudah membahas hubungan cermin cekung dengan parabola, kali ini penulis masih membahas yang berhubungan dengan parabola dan akan berusaha berbagi pengalaman dalam usaha memburu siaran TV via parabola. Kalau dalam bahasa Sumedangnya “belajar tracking parabola”. Namun sebelum kita bahas bagaimana cara tracking parabola tersebut, alangkah baiknya kita mengetahui dulu beberapa alat yang behubungan dengan tracking tersebut, antara lain : satelit, parabola, lnb dan receiver.

Baca Lanjutannya…

Oleh: wansalex | 16 Desember 2014

CERMIN CEKUNG, PARABOLA DAN HUBUNGAN KEDUANNYA

ST2Intelsat 19 001

Apa kabar sobat-sobat, sudah lama sekali penulis tidak mengisi blog ini akibat kesibukan sehari-hari dan hobi yang baru. Pengen tau hobinya apa? He….yang jelas bukan panjat genting loch, walaupun sering naik-naik ke atas genting. Kebetulan penulis punya hobi berburu, tapi bukan berburu hewan ataupun yang cantik-cantik, melainkan berburu satelit melalui parabola. Ko….satelit diburu sih, aneh-aneh aja penulis. Maksudnya berburu siaran televisi yang direlay oleh satelit, gitu loch….Sebenarnya penulis ini punya hobi nonton bola, tapi penulis rasa semakin ke sini semakin susah nonton bola di TV nasional via parabola. Hal ini mendorong penulis untuk mencari alternatif nonton bola di televisi-televisi luar negeri. Dengan bantuan internet, alhamduliilah penulis bisa menonton siaran bola via parabola termasuk Piala Dunia 2014 kemarin. Sekarang tayangan bola seperti liga-liga Eropa, AFF, UCL, dan yang lainnya bisa ditonton via parabola kecuali tayangan bola liga negara sendiri yaitu ISL. Tapi hati-hati bukannya penulis tidak nasionalis loch….

Baca Lanjutannya…

Oleh: wansalex | 31 Desember 2013

2013 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 34,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 13 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.