Oleh: wansalex | 18 Desember 2014

Belajar Tracking Parabola, Bagian 1

Halo…..bagaimana kabarnya sobat-sobat? Semoga kabarnya baik-baik ,selalu dalam lindungan-Nya dan sukses selalu dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Pada postingan sebelumnya penulis sudah membahas hubungan cermin cekung dengan parabola, kali ini penulis masih membahas yang berhubungan dengan parabola dan akan berusaha berbagi pengalaman dalam usaha memburu siaran TV via parabola. Kalau dalam bahasa Sumedangnya “belajar tracking parabola”. Namun sebelum kita bahas bagaimana cara tracking parabola tersebut, alangkah baiknya kita mengetahui dulu beberapa alat yang behubungan dengan tracking tersebut, antara lain : satelit, parabola, lnb dan receiver.


Satelit

palapa-c__1
Menurut http://id.wikipedia.org/wiki/Satelit : Satelit merupakan sebuah benda diangkasa yang berputar mengikuti rotasi bumi. Ada dua jenis satelit yakni satelit alam dan satelit buatan. Sisa artikel ini akan berkisar tentang satelit buatan. Satelit buatan dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan kegunaanya seperti: satelit cuaca, satelit komunikasi, satelit iptek dan satelit militer.
Untuk dapat beroperasi satelit diluncurkan ke orbitnya dengan bantuan roket. Negara -negara maju seperti Amerika Serikat, Rusia, Perancis dan belakangan Cina, telah memiliki stasiun untuk melontarkan satelit ke orbitnya.
Posisi satelit pada orbitnya ada tiga macam, yaitu :
1. Low Earth Orbit (LEO): 500-2.000 km di atas permukaan bumi.
2. Medium Earth Orbit (MEO): 8.000-20.000 km di atas permukaan bumi.
3. Geosynchronous Orbit (GEO): 35.786 km di atas permukaan bumi.
Seluruh pergerakan satelit dipantau dari bumi atau yang lebih dikenal dengan stasiun pengendali. Cara kerja dari satelit yaitu dengan cara uplink dan downlink. Uplink yaitu transmisi yang dikirim dari bumi ke satelit, sedangkan downlink yaitu transmisi dari satelit ke stasiun bumi.Komunikasi satelit pada dasarnya berfungsi sebagai repeater di langit. Satelit juga menggunakan transponders, yaitu sebuah alat untuk memungkinkan terjadinya komunikasi 2 arah. Umumnya komunikasi satelit menggunakan banyak tranponders. Contohnya Intelsat VIII menggunkan 44 transponders dapat mengakomodir 22.500 telepon sirkuit dan 3 channel TV, pada masa sekarang ini sampai bisa mengakomodir komunikasi di Asia dan Afrika.
Satelit yang kita buru adalah satelit komunikasi yang berada di orbit geostasioner (Geosynchronous Orbit). Orbit Geostasioner adalah orbit geosinkron yang berada tepat di atas ekuator Bumi (0° lintang), dengan eksentrisitas orbital sama dengan nol. Dari permukaan Bumi, objek yang berada di orbit geostasioner akan tampak diam (tidak bergerak) di angkasa karena perioda orbit objek tersebut mengelilingi Bumi sama dengan perioda rotasi Bumi. Orbit Geosinkron adalah orbit suatu benda (umumnya satelit buatan) dengan bumi sebagai pusatnya, yang mempunyai perioda sama dengan rotasi bumi yaitu satu hari sideris atau 23,9344 jam. Secara geometri orbit ini mempunyai setengah sumbu utama (semimajor axis) yang panjangnya 42164.17 km. Satelit dengan orbit geosinkron akan berada di atas suatu titik di muka bumi pada jam tertentu. Selain dari waktu tersebut satelit akan tampak bergeser relatif terhadap titik itu. Satelit yang kita buru jumlahnya sangat banyak,. Untuk mengetahui satelit dan informasinya secara lengkap dapat dilihat di sini atau di sini.
Walaupun jumlah satelit itu banyak, tetapi tidak semua dapat kita taklukan Ada beberapa faktor menentukan antara lain posisi satelit, peralatan yang kita miliki dan satu lagi yang sangat penting “kesabaran”. Kita harus siap-siap saja diomeli oleh istri atau tetangga, he…..karena sering turun naik genting dan banyak genting yang pecah.
Satelit yang dapat dilock di Indonesia paling barat yaitu Yamal 202 yang berada di 49 oE, penulis pun belum pernah sampai ke sana karena peralatan yang dimiliki, baru sampai di Intelsat 20 (68.5 oE). sedangkan paling timurnya penulis baru sampai di Intelsat 8 (169 oE).
Demikian postingan kali ini, insya Allah kita lanjutkan di lain waktu.

 


Responses

  1. […] kabarnya baik-baik dan sukses selalu. Pada postingan sebelumnya penulis sudah membahas tentang satelit, dish parabola kali ini penulis akan melanjutkan pembahasan mengenai alat lain yang sangat penting […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: